Digital MarketingMarketing

E-commerce Indonesia di tahun 2019

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tak terasa, kalender sudah menunjukkan 2019. Dari tahun ke tahun, pemanfaatan teknologi digital pun mulai terasa, E-commerce Indonesia yang bermunculan, masalah privacy dari sidang Facebook, Google, dll. Begitu juga dunia digital marketing yang terus berkembang pesat dan semakin berwarna-warni.

Teknologi untuk para konsumen seperti kita pun juga sudah jauh berkembang. Mulai dari pencarian visual berdasarkan foto, implementasi teknologi AI (Artificial Intelligence) dan teknologi machine learning dalam dunia industri.

Diantara pengembangan-pengembangan teknologi yang maju dari negeri barat, bagaimana dengan Indonesia? Mulai bermunculan E-commerce Indonesia. Sebut saja Bukalapak, Lazada, Tokopedia, dll. Bagaimana dengan kesiapan konsumen kita dengan E-commerce Indonesia ini?

Disclaimer : Konten artikel ini merupakan opini secara pribadi dan saya bukan merupakan ahli dalam hal statistik, maupun analisis data.

Ringkasan Statistik E-commerce Indonesia dalam Video

1. Indonesia suka ber-sosial media.

Pengguna Sosial Media di Indonesia

Berdasarkan data yang saya dapatkan dari GlobalWebIndex Q2 dan Q3 2018. 92% dari pengguna sosial media di Indonesia, aktif berinteraksi. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh situasi politik menjelang pilpres, sehingga banyak pengguna media sosial yang aktif.

Namun apabila dilihat dari sudut pandang positif, media sosial kini menjangkau banyak pihak dan menjadi salah satu kunci dalam CX (Customer Experience) sebagai wadah komunikasi antara brand owner dan customer. 

2. Durasi ber-Sosial Media yang Panjang

Akui saja, aku, kamu, dan kebanyakan dari kita banyak menghabiskan waktu ber-Sosial media. Dari sudut pandang Marketer, ini berarti semakin banyak celah untuk menghadirkan brand diantara hiruk pikuk News Feed Facebook, Feed Instagram, maupun Timeline Twitter.

Game of Sultan, pernah mendengar atau mengetahui permainan ini? Game of Sultan membombardir segala lini iklan di ranah digital, dan terbukti terngiang-ngiang di otak orang lain dan bahkan mendapat kesempatan untuk diperbincangkan karena menjadi salah satu iklan yang sering muncul diantara kegiatan ber-sosial media atau lainnya.

3. Facebook masih dominan

Walaupun bagi kebanyakan gen Millenial atau gen Z beranggapan Facebook itu media sosial yang uzur, sayang sekali di Indonesia Facebook masih menjadi salah satu media sosial yang dominan. Selain digunakan oleh orang-orang dari kalangan 30 keatas, banyak juga gen Millenial dan gen Z yang kembali aktif menggunakan Facebook.

Hal ini didukung dengan platform video cerdas dari Facebook, dan juga masih banyak grup-grup di Facebook yang aktif berbagi situasi terkini layaknya Twitter yang membuat banyak orang betah berlama-lama di Facebook.

Melihat banyaknya usia produktif yang aktif di Facebook, menjadikan Facebook sebagai salah satu lahan untuk mempromosikan usaha atau brand kamu, bahkan menjadi tempat untuk membuat e-commerce melalui fitur Marketplace Facebook.

facebook marketplace
Sistem E-commerce Marketplace pada Facebook

4. E-commerce Indonesia Favorit. Instagram!

E-commerce by definition adalah nama lain dari online shop, dan dari kacamata saya, Instagram, masih menjadi tempat favorit untuk membuka E-commerce atau Online Shop di Indonesia. Bukan tanpa alasan, walaupun jumlah pengguna atau pengguna usia produktif-nya tidak setinggi Facebook. Tapi engagement antara pengguna dengan penjual terasa lebih personal melalui Instagram. Didukung juga total pengguna yang tak jauh lebih sedikit dibanding Facebook.

Melalui Instagram pun, konsumen pun bisa langsung berinteraksi dengan penjual dan mendapat info maupun produk secara jelas dan cepat. Digital Marketing melalui Instagram pun saat ini menjadi sebuah kewajiban bagi para Digital Marketer.

5. Penjualan Barang Online Meningkat

11% diatas adalah bukan 11% dari total penduduk tapi dari data yang melaporkan belanja online berusia 15 tahun keatas dari World Bank Global Financial Inclusion Data.

Hal ini menunjukan bahwa kecenderungan untuk belanja online meningkat di Indonesia, seiring dengan kemudahan tingkat pembayaran, dan juga keamanan dalam bertransaksi secara online.

Dari data ini juga bisa disimpulkan bahwa strategi melakukan penjualan hanya melalui Internet tanpa toko offline bisa menjadi strategi yang viable dimulai dari tahun 2019 ini.

6. Eksistensi Toko Online

Berdasarkan data survey dari GlobalWebIndex Q2 & Q3 pada usia 16-64 tahun. Banyak orang yang melihat-lihat barang secara online dengan melihat e-commerce atau akun e-commerce terlebih dahulu.

Eksistensi e-commerce atau toko online pun semakin signifikan, karena tentunya hal ini akan mempengaruhi keputusan membeli konsumen. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan mengoptimasi strategi e-commerce kamu dan membenahi dari segi Digital Marketing untuk meningkatkan keputusan membeli konsumen terhadap produk kamu.

7. Transaksi Produk dan Jasa secara Online

Data survey Global Web Index Q2 & Q3 menunjukan 86 persen orang Indonesia membeli produk atau jasa secara Online. Sekali lagi ini menunjukan bahwa seiring dengan kemudahan pembayaran (Entah itu melalui Kartu Kredit, Mobile Banking, Internet Banking, atau bahkan pembayaran cash melalui minimarket atau COD) transaksi online pun terus meningkat.

Hal ini juga disebabkan dengan semakin banyaknya pengguna Internet melalui smartphone di Indonesia sebesar 84% (Diambil dari data GSM Intelligence berdasarkan akses Internet 3G dan 4G, dan tidak terikat pada individual pada Q4 dan Januari 2019)

Dari kemudahan pembayaran dan kemudahan dalam akses tersebut yang berkontribusi besar terhadap meningkatnya tingkat pembelian secara online di Indonesia.

8. Peningkatan 5.9% Dibanding Tahun Lalu

Berdasarkan data dari Statista Market Outlook pada Januari 2019. Ada 107 Juta transaksi pembelian Online yang tidak termasuk transaksi B2B (Business to Business) di Indonesia. Meningkat 5.9% dibanding tahun lalu.

Peningkatan ini sangatlah signifikan dikarenakan dari tahun ke tahun infrastruktur Internet di Indonesia yang semakin memudahkan untuk mengakses Internet. Dan layanan E-commerce Indonesia yang menjembatani antara konsumen dan penjual banyak bermunculan yang semakin mendorong tingkat pembelian barang dan jasa secara online.

Saatnya beralih Online?

Awal tahun 2019 ini dimulai dengan tahun yang baik bagi penjual online atau pemilik online shop. Data statistik diatas menurut saya cukup menjanjikan untuk para pelaku penjual online atau digital marketer. Tetapi bukan berarti 2019 ini adalah saatnya untuk memfokuskan penjualan hanya melalui Online saja, tetapi sudah saatnya untuk mulai memperhatikan strategi penjualan maupun strategi marketing melalui Internet.

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini, Bagaimana menurutmu dengan prospek E-commerce Indonesia tahun 2019 ini?

Special Thanks to:

  • GlobalWebIndex
  • GSM Intelligence
  • Statista
  • World Bank Global Financial Inclusion Data.
2
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Tags:

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *