Bagaimana Cara Kerja Google?

Bagaimana Cara Kerja Google? Panduan Lengkap Cara Kerja Mesin Pencari (2021)

Ketahui secara detail cara kerja Google atau Mesin Pencari

Last updated:

Pada artikel sebelumnya mengenai Apa itu SEO? saya menuliskan bahwa Google yang merupakan mesin pencari, adalah mesin untuk mencari jawaban. Anda juga bisa menyimpan halaman ini di Bookmark untuk dibaca di kemudian hari mengingat apa yang saya bahas disini akan menjadi konten yang panjang.

Cara kerja Google (atau mesin pencari lainnya seperti Bing) adalah menjelajahi Internet untuk menemukan, memahami, dan merapikan konten-konten yang ada di Internet agar bisa memberikan hasil pencarian paling relevan sesuai yang pengguna cari.

Oleh karena itu, agar konten yang anda buat bisa muncul di hasil pencarian, konten anda harus bisa terlihat oleh Google.

Perhatian

Sebelum anda membaca lebih lanjut tentang Cara Kerja Google atau Cara Kerja Mesin Pencari. Halaman ini akan menjadi panduan lengkap yang sangat panjang. Anda bisa menyimpan (Bookmark) halaman ini untuk dibaca lagi dikemudian hari.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Mesin Pencari?

Pada dasarnya setiap mesin pencari memiliki cara kerja yang sama, entah itu Google, Bing, atau mesin pencari lainnya, yaitu:

  1. Crawling: Mencari konten di Internet.
  2. Indexing: Menyimpan dan merapikan konten-konten yang Crawler temukan.
  3. Ranking: Memberikan konten yang menurut mesin pencari tersebut merupakan jawaban terbaik dari pertanyaan yang diajukan pengguna, ini berarti hasil pencarian diurutkan dari yang paling relevan hingga yang paling tidak relevan.

Cara Kerja Google Crawler

Menurut penjelasan dari Google, Crawling adalah proses dimana mesin pencari mengirimkan sekumpulan robot mereka (Biasa disebut spider atau crawler) untuk mencari konten baru atau konten terupdate. Konten yang mereka cari pun bermacam-macam, bisa sebuah halaman website, PDF, video, gambar, dll. Tetapi, terlepas dari formatnya, konten ini ditemukan berdasarkan tautan.

Cara Kerja Google Crawler
Illustrasi Google Crawler

Maksudnya ditemukan berdasarkan tautan?

Robot Google ini yang biasa dikenal GoogleBot mengambil beberapa halaman web, kemudian mencari konten lainnya berdasarkan tautan (link) yang ada di dalam konten tersebut. Dengan terus menelusuri tautan yang ada dalam sebuah konten, GoogleBot ini akan menemukan konten-konten baru dan membuat indeks dari tautan yang saling berhubungan ini.

Lalu Indeks Mesin Pencari Ini Apa?

Setelah GoogleBot ini menemukan konten, robot google ini akan menyimpan konten ini kedalam satu database yang disebut index, dalam database ini berisi berbagai konten yang telah mereka temukan dan mereka anggap sebagai konten yang layak untuk disajikan kepada pengguna mesin pencarinya.

Apa yang Dimaksud Dengan Ranking Mesin Pencari?

Ketika seseorang melakukan pencarian, mesin pencari akan melihat database indeks mereka dan mencari konten yang relevan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan pengguna. Cara kerja Google dalam mengurutkan hasil pencarian ini berdasarkan tingkat relevansinya, inilah yang disebut Ranking Mesin pencari.

Ranking Mesin Pencari
Ranking Halaman Mesin Pencari (SERP)

Anda juga bisa memberi tahu mesin pencari untuk tidak menyimpan sebagian atau keseluruhan website atau blog anda untuk tidak dimasukan ke dalam indeks mereka, itu jika anda menginginkannya, itupun jika anda tidak mau konten anda ditemukan oleh orang lain melalui mesin pencari.

Bagaimana Cara Melihat Website Saya di Google?

Setelah mengetahui cara kerja Google, anda juga bisa melihat apakah website anda sudah di-indeks oleh Google atau tidak. Ini adalah langkah penting sebelum mengoptimalkan SEO di website atau blog anda.

Cara melihat website anda sudah ter-indeks atau belum di Google adalah dengan mencari di Google menggunakan kata kunci seperti di bawah ini.

“site:alamatwebsiteanda.com” (Menggunakan tanda kutip ya)

Cek Indeks Google
Ada 162 halaman blog ini yang di-indeks oleh Google

Tulisan result di atas adalah jumlah halaman website anda yang terbaca oleh Google, walaupun angka di atas adalah estimasi dan belum tentu akurat, paling tidak anda punya gambaran kasar seberapa banyak website anda terbaca oleh Google.

Untuk mengetahui lebih akurat, anda bisa menggunakan Index Coverage di layanan Google Search Console. Layanan ini gratis disediakan oleh Google jika anda belum punya. Dengan layanan ini, anda bisa mengirimkan sitemap (Peta situs) anda dan memantau seberapa banyak halaman website anda yang terbaca Google dan fitur-fitur lainnya.

Kok Website Saya Tidak Ada di Google?

Jika website atau blog anda tidak ada di Google, ada beberapa kemungkinan kenapa itu bisa terjadi, yaitu:

  • Website anda menginstruksikan untuk tidak dibaca oleh Google (Ada pada setting WordPress, atau modifikasi pada file bernama robots.txt di Website anda).
  • Website anda tidak memiliki tautan yang mengarah kepada website lain, atau tautan yang mengarah ke website anda (Backlink).
  • Website anda baru dan masih belum dikunjungi oleh GoogleBot.
  • Navigasi Website atau desain website rumit dan tidak optimal sehingga tidak terbaca Googlebot.
  • Website anda dinilai oleh Google sebagai website Spam.

Meskipun anda ingin website anda dilihat oleh banyak orang, ada beberapa bagian yang mungkin tidak perlu untuk terbaca oleh GoogleBot. Halaman-halaman yang mengandung tautan duplikat, halaman uji coba, dll.

Apa itu Robots.txt?

Robots.txt adalah sebuah file yang berada di direktori utama website anda (contoh. websiteanda.com/robots.txt) yang berisi instruksi mengenai bagian mana yang boleh dikunjungi GoogleBot, dan bagian mana yang tidak boleh.

Bagaimana Jika Saya Tidak Membuat Robots.txt?

Jika anda tidak membuat Robots.txt, maka GoogleBot akan tetap membaca seluruh konten yang ada di dalam website anda. Jika anda membuat Robots.txt, maka Googlebot akan membaca dan mengikuti instruksi yang ada di dalamnya.

Apa itu Sitemaps?

Sitemaps (Peta-situs) adalah daftar tautan yang ada dalam website anda yang berfungsi untuk membantu Googlebot untuk menemukan dan meng-indeks konten anda. Untuk mempermudah cara kerja Google, anda bisa mempermudah Googlebot dengan membuat file yang sesuai dengan standar Google dan mengirimkannya melalui layanan Google Search Console.

Bagaimana Mesin Pencari Meng-Indeks Website Saya?

Setelah GoogleBot meng-Crawl website anda, maka yang dilakukan GoogleBot selanjutnya adalah dengan meng-indeks website anda.

Maksudnya?

Cara kerja mesin pencari, walaupun Crawler sudah meng-Crawl website anda, belum tentu website anda masuk kedalam indeks mereka. Setelah GoogleBot atau Crawler menemukan konten website anda, mesin pencari ini akan melihat dan menganalisa isi dari konten anda.

Bisakah Saya Melihat Bagaimana GoogleBot Melihat Konten saya?

Bisa, opsi Cache dari website anda adalah apa yang Googlebot lihat terakhir mengenai website anda.

Melihat Cara Kerja Google melihat Website Kita
Melihat apa yang Google Lihat di Website Kita

Seberapa sering GoogleBot melihat sebuah website memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Website yang lebih dikenal dan sering melakukan update akan lebih sering dicek oleh Google.

Contoh: website Detik akan lebih sering dicek oleh Google dibandingkan Blog ini.

Apa Bisa Website Saya yang Sudah Ter-Indeks Hilang?

Sangat bisa, ada beberapa alasan kenapa konten yang sudah ter-indeks oleh Google hilang dari Indeks

  • Tautan konten anda terdapat meta tag noindex – tag ini memberi tahu mesin pencari untuk tidak meng-crawl konten ini lagi.
  • Tautan konten ada terdapat hal-hal yang melanggar peraturan dari mesin pencari sehingga dikeluarkan dari indeks.
  • Tautan konten ada membutuhkan password untuk bisa diakses.
  • Tautan konten ada tidak ditemukan (Kode Eror 404) atau tidak bisa diakses server error (503)

Jika anda merasa website anda tiba-tiba hilang, anda bisa melihat menggunakan URL Inspection Tool untuk mempelajari apa yang membuat indeks website anda hilang.

Bagaimana Memberi Tahu Mesin Pencari untuk Meng-Indeks Website Saya?

Meta-tags Robot

Meta-tags adalah instruksi yang bisa anda berikan kepada mesin pencari tentang bagaimana website anda ingin diperlakukan oleh mesin pencari. Anda bisa memberi tahu mesin pencari seperti “Jangan indeks halaman ini”.

Instruksi ini bisa dimasukan dalam Meta-Tags dalam bagian <head> pada kode HTML halaman anda (pada umumnya) atau melalui Robots.txt

Bagaimana Cara Kerja Google Me-Ranking Halaman?

Cara kerja Google atau cara kerja mesin pencari dalam dalam me-ranking halaman adalah berdasarkan relevansi halaman dengan apa yang dicari pengguna menurut Google atau mesin pencari.

Cara kerja Google meranking halaman
Ilustrasi Ranking Google

Untuk menentukan relevansinya, mesin pencari menggunakan algoritma masing-masing, sebuah rumus dimana rumus ini akan menentukan bagaimana mesin pencari menilai relevansi pada informasi dalam sebuah halaman.

Algoritma ini terus berkembang untuk meningkatkan kualitas hasil pencari. Google contohnya melakukan penyesuaian algoritma ini secara rutin.

Anda bisa melihat sejarah perubahan algoritma Google yang dicatat oleh Moz di Google Algorithm Update History.

Kenapa Algoritma-nya Sering Berubah?

Google tidak pernah menjelaskan secara spesifik tentang apa yang mereka lakukan dan kenapa, tetapi kita semua tahu Google melakukan penyesuaian algoritma untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian Google.

Oleh karena itu, jika anda mencoba bertanya kepada Google kenapa mereka mengubah algoritma mereka, mereka akan membalas dengan kalimat standar seperti “Kami meningkatkan kualitas pencarian anda sepanjang waktu”.

Anda juga bisa membaca Google Quality Guidelines atau Search Quality Raters Guideline untuk memiliki gambaran tentang apa yang mesin pencari inginkan dalam konten anda.

Konten Seperti Apa Yang Diinginkan Google atau Mesin Pencari?

Mesin pencari selalu menginginkan hal yang sama, menyediakan jawaban yang berguna untuk pengguna dalam bentuk paling membantu.

Anda pasti bertanya-tanya. Jika itu benar, kenapa SEO dulu dan sekarang berbeda jauh?

Anggap Google adalah seseorang yang sedang belajar bahasa yang baru.

Pada awalnya pemahaman mereka tentang bahasa ini sangatlah dasar. Seiring waktu pemahaman mereka semakin dalam, dan mereka mulai belajar tentang semantik – arti dibalik sebuah bahasa dan hubungan antara kata dan kalimat. Pada akhirnya, setelah lama belajar, orang tersebut semakin paham bagaimana sebuah bahasa bekerja dan bahkan memahami pertanyaan-pertanyaan yang ambigu atau tidak lengkap.

Ketika mesin pencari atau Google mulai belajar bahasa kita, sangatlah mudah menggunakan teknik-teknik nakal untuk menipu mereka. Contohnya teknik “keyword stuffing”. Jika anda ingin website anda tampil nomor 1 di hasil pencarian dengan kata kunci “ahli SEO” anda cukup menambahkan kata “ahli SEO” yang banyak dalam satu halaman, dan website anda akan menjadi nomor satu ketika seseorang mencari “ahli SEO”. Contohnya adalah seperti ini:

X adalah ahli SEO paling terkenal di Indonesia. Jika anda mencari ahli SEO disinilah tempatnya, X adalah ahli SEO yang berpengalaman menjadi ahli SEO selama 30 tahun dan menjadi ahli SEO yang direkomendasi kan oleh para ahli SEO.

Teknik ini menjadikan banyak website-website tidak ramah bagi pengunjung, sulit dibaca, dan menjengkelkan. Teknik ini dulu terbukti sukses, tetapi bukan ini cara kerja yang Google inginkan.

Dalam cara kerja Google, tidak lepas dari peran tautan dalam cara kerja mesin pencari. Ketika kita bicara Tautan (Link), ini berarti dua hal.

Backlink atau “Tautan Masuk” adalah tautan dari website lain yang mengarah ke website anda.

Internal Link atau “Tautan Internal” adalah tautan dalam website anda yang mengarah ke halaman lain dalam website anda.

Illustrasi Cara Kerja Backlink Google
Illustrasi Cara Kerja Backlink Google

Cara kerja Google dulu selain dari konten juga mengandalkan Backlink, Google atau mesin pencari lain menggunakan backlink untuk menilai seberapa penting atau dapat dipercaya kah sebuah website untuk masuk kedalam perhitungan algoritma mereka.

Backlink bekerja kurang lebih sama dengan marketing mulut lewat mulut. Coba kita analogikan dalam bentuk kafe X di kehidupan nyata:

  • Referensi dari orang lain = tanda reputasi yang baik
    • Contoh: Banyak orang mengatakan Kafe X adalah Kafe terbaik di kota Malang
  • Referensi dari pemilik = bias, bukan tanda reputasi yang baik
    • Contoh: Owner X bilang Kafe X adalah Kafe terbaik di Kota Malang
  • Referensi dari sumber yang tidak kredibel / tidak berkualitas = bukan tanda reputasi yang baik, cenderung menyesatkan
    • Contoh: Owner X membayar banyak orang untuk mengunjungi kafe X dan mengatakan pada orang-orang bahwa kafe X terbaik di kota Malang
  • Tidak ada Rekomendasi = Tanda reputasi kurang jelas
    • Contoh: Kafe X mungkin bagus, tapi anda tidak bisa menemukan orang yang punya opini tentang Kafe X.

Inilah kenapa, PageRank dibuat. PageRank (Bagian dari algoritma cara kerja Google) adalah algoritma analisis tautan yang dinamakan dari salah satu founder Google, Larry Page. PageRank menghitung seberapa penting sebuah halaman web berdasarkan pengukuruan kualitas dan kuantitas tautan yang merujuk ke halaman tersebut.

Ini berdasarkan asumsi bahwa, semakin bagus, relevan, dan penting sebuah halaman, akan semakin banyak tautan yang merujuk ke halaman tersebut. Semakin banyak backlink alami dari website berkualitas tinggi, semakin tinggi juga kemungkinan website anda berada di urutan teratas hasil pencarian mesin pencari.

Peran Konten dalam SEO

Tidak hanya backlink, konten juga berperan penting. Tidak ada artinya jika anda tidak punya konten yang bisa menjadi rujuan di hasil pencarian. Konten lebih dari teks, bisa jadi konten video, konten gambar, dan tentu saja teks. Jika mesin pencari adalah mesin penjawab, konten adalah jawaban yang diberikan oleh mesin pencari.

Ketika seseorang melakukan sebuah pencarian, ada ribuan jawaban yang tersedia, jadi bagaimana cara kerja google atau cara kerja mesin pencari untuk menentukan mana jawaban yang paling berharga?

Bagian besar dari menentukan bagaimana ranking halaman anda untuk kata kunci tertentu adalah apakah konten halaman anda sesuai dengan apa yang dicari. Dengan kata lain, apakah halaman anda sesuai dengan kata kunci yang dicari dan membantu memenuhi apa yang diminta oleh pengguna?

Karena Google dan mesin pencari lainnya fokus pada kepuasan pengguna, tidak ada tolak ukur pasti tentang seberapa panjang konten anda, seberapa banyak kata kunci dalam konten anda, atau apa yang anda tuliskan sebagai judul. Semuanya memiliki peran penting bagaimana performa suatu halaman dalam pencarian, tetapi fokusnya harus tetap kepada pengguna yang akan membaca konten tersebut.

Sekarang, ada ratusan hingga ribuan variabel yang menentukan ranking sebuah halaman, tetapi tiga variabel inilah yang tetap konsisten, yaitu:

  • Backlink (Dimana ini untuk mengukur reputasi website anda)
  • Konten On-Page (Kualitas konten untuk memenuhi apa yang diinginkan pengguna)
  • dan RankBrain.

Apa itu RankBrain?

RankBrain adalah komponen Machine Learning dari cara kerja Google. Machine learning adalah sebuah program komputer yang terus berkembang meningkatkan prediksinya seiring waktu berdasarkan observasi baru dan pelatihan data. Dalam kata lain, program ini akan selalu belajar, karena selalu belajar, hasil pencarian akan terus berkembang secara konstan.

Contohnya, jika RankBrain melihat sebuah halaman dengan ranking yang rendah memberikan hasil yang lebih baik, maka RankBrain akan menyesuaikan hasil tersebut, memindahkan hasil yang lebih relevan untuk naik dan menurunkan hasil yang kurang relevan untuk turun.

Cara Kerja Rank Brain Google
Illustrasi Cara Kerja Rank Brain Google

Sama seperti algoritma Google lainnya, kita tidak tahu apa yang mempengaruhi cara kerja RankBrain, tapi sepertinya tidak hanya kita, bahkan karyawan Google pun tidak tahu.

Apa Artinya Ini Untuk SEO?

Karena cara kerja Google yang menggunakan RankBrain untuk mempromosikan konten paling relevan dan membantu, kita harus fokus dalam memenuhi tujuan pengguna. Memberikan informasi dan pengalaman terbaik yang bisa kita berikan untuk pengguna agar ranking kita bisa tinggi.

Engagement: Korelasi, Penyebab, atau Keduanya

Dengan cara kerja Google, pengukuran engagement mungkin sebagian terdiri dari korelasi, dan sebagian penyebab. Ketika saya mengatakan engagement yang saya maksud adalah bagaimana sebuah data merepresentasikan bagaiman pengguna berinteraksi dengan halaman anda di hasil pencarian.

Ini termasuk hal-hal seperti:

  • Click (Kunjungan dari hasil pencarian)
  • Time-on-page (Seberapa lama pengunjung menghabiskan waktu di halaman anda sebelum pergi)
  • Bounce Rate (Persentasi orang yang mengunjungi satu halaman website anda kemudian pergi)
  • Pogo-sticking (Mengunjungi sebuah halaman pencarian, kemudian kembali di hasil pencarian lalu mengunjungi halaman lainnya)

Bagaimana menurut Google?

Meskipun mereka tidak pernah menggunakan istilah “direct ranking signal” Google cukup jelas bahwa mereka menggunakan data diatas untuk memodifikasi SERP kata kunci tertentu.

Berdasarkan pernyataan dari Udi Manber, mantan Kepala Kualitas Pencarian Google:

Ranking itu sendiri dipengaruhi data klik. Jika kita menemukan bahwa, untuk pencarian tertentu 80% orang mengunjungi #2 dan 10% mengunjungi #1, maka setelah beberapa saat kita simpulkan #2 adalah yang orang inginkan dan kita rubah posisinya.

Udi Manber

Komentar lainnya dari mantan teknisi Google Edmond Lau:

Cukup jelas bahwa mesin pencari akan menggunakan data klik untuk feedback hasil mereka sendiri untuk meningkatkan kualitas hasil mesin pencari. Cara kerja sesungguhnya bagaimana data klik digunakan seringkali paten, tetapi Google membuatnya cukup jelas bahwa ia menggunakan data klik dengan paten di sistemnya seperti item konten yang disesuaikan peringkatnya

Edmond Lau

Evolusi Hasil Pencarian (SERP)

Dulu, ketika mesin pencari masih belum secanggih sekarang, istilah “10 blue links” adalah istilah yang menggambarkan struktur SERP (Search Engine Result Page) yang lama. Setiap kali anda mencari sesuati, Google akan menunjukan sebuah halaman hasil pencarian dengan 10 hasil pencarian dalam format yang sama.

SERP Google Dulu
SERP Google Dulu

Oleh karena itu, dulu menjadi nomor #1 adalah tujuan utama dari SEO. Tetapi kemudian sekarang berubah, seperti yang saya bahas di Apa itu SEO? (Klik Link ini untuk melihat kembali) terdapat fitur-fitur baru SERP yaitu:

  • Iklan berbayar
  • Featured Snippets
  • People also ask box
  • Peta Lokal
  • Knowledge Panel
  • Sitelinks
contoh-featured-snippet-google
Contoh Featured Snippet. Muncul otomatis teratas

Dan mungkin Google akan terus menambahkan fitur baru seiring waktu. Bahkan mereka bereksperimen dengan “Zero Result SERP” dimana tidak ada tautan lain selain fakta dari kata kunci yang ditanyakan pengguna dan tombol “Hasil Pencarian Lainnya”.

Fitur-fitur ini mungkin akan membuat panik pada awalnya. Pertama, banyak fitur-fitur ini akan membuat hasil organik berada dibawah di halaman hasil pencarian. Kedua, karena hasil organik berada dibawah, ini membuat hasil organik pencarian akan mendapat lebih sedikit pengunjung.

Kenapa Google melakukan ini? Ini kembali lagi ke pengalaman pencarian. Perilaku pengguna mengindikasi bahwa beberapa kata kunci lebih memuaskan dengan format konten yang berbeda. Perhatikan seberapa banyak jenis fitur SERP yang menyesuaikan dengan maksud pencarian pengguna.

Maksud PencarianFitur SERP yang Kemungkinan Keluar
InformasionalFeatured Snippet
Informasional dengan Jawaban TunggalKnowledge Graph / Jawaban Instan
LokalPeta
TransaksionalShopping

Sangatlah penting untuk mengetahui jawaban apa yang bisa diberikan untuk pengguna dalam berbagai format, dan bagaimana anda menata struktur konten anda memiliki pengaruh pada bagaimana format tersebut akan ditampilkan di hasil pencarian.

Pencarian yang Di Lokal-kan

Cara kerja Google atau cara kerja mesin pencari juga memanfaatkan indeks daftar bisnis mereka, yang mana ini akan mengarah pada hasil pencarian lokal.

Jika anda mengoptimisasi SEO bisnis lokal yang memiliki tempat fisik dimana pengunjung bisa mengunjungi tempat tersebut (Contoh: Kafe) atau untuk bisnis dimana bisnis tersebut bisa mengunjungi pelanggan (Contoh: Tukang), pastikan untuk meng-klaim, verifikasi, dan mengoptimisasi layanan gratis Google My Business.

Ketika berhadapan dengan pencarian lokal, Google menggunakan tiga faktor utama untuk menentukan peringkat:

  1. Relevansi
  2. Jarak
  3. Keunggulan

Relevansi

Relevansi adalah bagaimana sebuah bisnis lokal sesuai dengan apa yang pengguna cari. Untuk memastikan bahwa sebuah bisnis melakukan sesuatu yang relevan dengan yang dicari, pastikan informasi bisnis anda harus terisi dengan lengkap dan akurat.

Jarak

Google menggunakan lokasi pengguna untuk mencarikan hasil pencarian lokal yang lebih baik. Hasil pencarian lokal sensitif terhadap jarak, dimana ini mengacu pada jarak si pengguna dengan bisnis tersebut (Jika pengguna mengizinkan berbagi lokasi).

Keunggulan

Dengan keunggulan sebagai sebuah faktor, Google mencari mana bisnis yang paling terkenal di dunia nyata. Selain berdasarkan fakta di lapangan, Google juga mempertimbangankan faktor di dunia maya untuk mempertimbangkan peringkat lokal, seperti:

Review

Jumlah dan peringkat review di halaman bisnis Google juga memiliki pengaruh terhadap peringkat bisnis tersebut di pencarian lokal.

Kutipan

Peringkat lokal juga dipengaruhi oleh konsistensi kutipan lokal. Google mengambil data dari berbagai sumber untuk penilaian local business-nya. Apakah nama bisnis tersebut bisa ditemukan di berbagai web, lokasi, nomor telepon, untuk meningkatkan validitas ‘kepercayaan’ Google terhadap bisnis tersebut. Google juga menggunakan informasi dari sumber lain di Internet seperti tautan dan artikel.

Peringkat Organik

Teknik SEO juga berlaku bagi SEO lokal, karena Google juga mempertimbangkan posisi website dalam hasil pencarian ketika menentukan ranking lokal.

Engagement Lokal

Meskipun tidak ditulis oleh Google sebagai faktor peringkat lokal, fungsi dari engagement akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Google juga memberikan data lapangan dalam SERP seperti ‘Waktu terpopuler untuk mengunjung’, ‘rata-rata lama kunjungan’, bahkan memberikan opsi untuk menanyakan pertanyaan pada pemilik bisnis.

Fitur Engagement Lokal Google di SERP
Fitur Engagement Lokal Google di SERP

Tidak diragukan lagi, hasil pencarian lokal lama kelamaan akan juga dipengaruhi oleh data di dunia nyata. Interaktivitas bagaimana pengguna berinteraksi dan merespon bisnis lokal akan semakin digunakan dibandingkan informasi seperti tautan atau kutipan.

Karena cara kerja Google adalah berdasarkan tujuan Google untuk menghasilkan data paling relevan, sangatlah masuk akal apabila mereka menggunakan engagement untuk menentukan kualitas dan relevansi.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya
Pemandangan dari Aston Inn Batu
Aston Inn Batu punya Ankringan Cak Udin