micro-influencer

Micro-Influencer Sebuah Transisi Menuju 2019

Last updated:

Micro-Influencer. Di era digital ini, ada semakin banyak cara untuk membuat bisnis kamu bisa semakin di kenal. Entah itu lewat Instagram, Iklan, Hashtag, dll. 

Sebelumnya, sudahkah kamu membaca Network Effect di dunia Marketing?

Tapi, ada sebuah metode dimana saat ini metode ini sepertinya menjadi sebuah metode yang paling efektif diantara lainnya. 

Influencer Marketing.

Bagi banyak orang, kata-kata ini mungkin mengingatkan kamu pada selebgram-selebgram terkenal yang kamu follow. Selebgram yang mempromosikan produk-produk yang secara halus menyampaikan bahwa produk tersebut merupakan produk yang ‘mereka’ sukai.

Ya, itu adalah Influencer Marketing yang biasa-nya juga dikenal sebagai Selebgram.

Walaupun kita mengenal bahwa Selebgram merupakan strategi marketing yang baik, kamu mungkin takut untuk menggunakan jasa selebgram seperti Syahrini atau siapapun itu, karena kamu sadar bahwa ‘harga’ mereka pun tidak murah. Dan secara tidak langsung muncul persepsi bahwa metode marketing ini hanyalah sebuah metode yang bisa diakses oleh bisnis atau merek besar.

Micro-Influencer

micro-influencer-2019
Masyarakat yang saling terkoneksi dan bertukar “suara”

Micro-Influencer atau secara harfiah bisa kamu artikan sebagai Influencer atau Selebgram yang lebih kecil (Selanjutnya aku akan menyebut Influencer ini sebagai Selebgram buat mempermudah pemahaman di artikel ini). Nah Selebgram dengan audience yang lebih sedikit ini, tapi memiliki engagement yang tinggi, membuat metode marketing ini bisa di akses oleh bisnis-bisnis kecil atau bisnis baru yang kamu miliki. 

Jadi apa yang perlu kamu ketahui tentang Micro-Influencer ini? Disini mari kita bahas mengapa Micro-Influencer ini opsi terbaik buat kamu yang baru membuat sebuah bisnis kecil.

Efektivitas Micro-Influencer

Bisnis kecil atau Start-up berada di posisi sulit untuk melebarkan sayap-nya, apalagi jika bisnis atau start-up kecil kamu berada di zona dimana banyak pemain yang lebih dulu memulai dan besar di niche mu. Kamu butuh sesuatu yang baru, inovatif, dan ramah untuk kantong untuk mempromosikan merk kamu. Untungnya, kehadiran Micro-Influencer ini adalah salah satu opsi yang bisa kamu pakai.

Aku menemukan sebuah laporan mengenai riset Micro Influencer dari Experticity. Dalam laporan mereka disini, 82% konsumen “Sangat Mungkin” terpengaruh oleh rekomendasi dari seorang Micro-Influencer.

Marketing Micro-Influencer 2019

marketing-2019

Menuju 2019 ini, arah ombak marketing ini perlahan-lahan mulai berubah, banyak marketer dari merk-merk besar mulai menunjukkan ketertarikan dengan para selebram dengan follower yang tidak terlalu besar. Mereka mulai sadar bahwa selebgram dengan follower kecil ini atau Micro-influencer memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi dari follower mereka dibandingkan selebgram yang memiliki follower berjuta-juta.

Kecil berarti lebih baik?

Orang-orang mengikuti artis favorit mereka, band, atau artis di Instagram, Twitter, Facebook, dan YouTube. Hal itu membuat perusahaan besar mengejar mereka untuk dijadikan tempat memasarkan produk mereka. Hingga akhir-nya mereka akan mulai sadar bahwa popularitas tidak menjamin follower yang benar-benar ber-interaksi dengan mereka. Disinilah Micro-Influencer mulai naik daun.

Dengan pengikut antara 10.000 sampai 20.000, jauh dibawah selebgram atau Influencer yang bisa memiliki follower hingga jutaan. Tetapi, walaupun jumlah follower Micro-Influencer ini lebih sedikit, follower mereka lebih banyak ber-interaksi dan loyal karena banyak terjadi komunikasi dua arah antara influencer dengan follower. Hal ini menjadikan mereka sebuah platform yang ideal untuk menjalankan campaign marketing dengan target konsumen tertentu yang lebih memilih opini yang murni dan bisa dipercaya.

Return-On-Investment (ROI) Lebih Baik

roi-influencer

Buat mayoritas Start-up baru atau bisnis kecil-kecilan, jelas tidak memiliki uang untuk membayar seorang Selebgram besar untuk mempromosikan usaha kamu. Tapi setelah kita pelajari diatas efektivitas Micro-Influencer yang tentu dengan follower yang lebih sedikit pun memiliki harga yang lebih murah dibandingkan selebgram beken yang sudah terkenal se-Indonesia. Tapi dengan harga yang lebih murah itu kita bisa mendapatkan suara yang lebih otentik dan dipercaya oleh follower mereka dan menghasilkan ROI (Return on Investment) lebih baik dalam budget marketing kamu.

Jadi semakin banyak Micro-Influencer semakin baik?

Enggak! Logika seperti itu enggak bisa jalan disini. Untuk membuat sebuah campaign marketing yang baik kita juga harus nyocokin Micro-Influencer yang akan kamu pekerjakan dengan bisnis kamu. Kamu harus mulai menggambar manakah seseorang yang sekira-nya cocok untuk membawakan produk-mu.

Entah itu harus di kota yang dijangkau oleh produkmu, niche yang sama, atau indikator lainnya. Engga lucu juga kan kalau kamu mempromosikan iklan make-up ke salah satu Micro-Influencer yang sering berbagi tentang olahraga? ya sah-sah aja, cuman kurang efektif dan cost-efficient aja.

Jangan lupa juga buat menentukan gimana metode terbaik waktu promo-in produk mu. Apakah lewat menyebut merk mu, kode diskon di toko online-mu, kerjasama dalam pembuatan konten, atau ngadain giveaway. Jangan lupa juga untuk meng-analisa efektivitas dari promo-mu di tiap-tiap selebgram. Analisa juga bagaimana metode promosi-mu ini mempengaruhi bisnismu, pasar, dan nilai konten dari brand-mu.

Jadi Inti-nya?

Aku percaya sih Micro-Influencer ini bakalan ngerubah dunia marketing yang akan semakin mempersempit arah promosi merk, produk, atau jasa mereka ke audience yang lebih terarah. Bagaimana dengan kamu? Pernah ga pake jasa Micro-Influencer ini? atau bahkan kamu punya pandangan lain tentang arah marketing nantinya di 2019 ini?

Artikel Lainnya
Smart TV Murah
Smart TV Murah tapi Nggak Murahan, TCL 32A5