Virus Corona Berbahaya dan Kurangnya Informasi

Virus Corona yang juga dikenal sebagai Covid-19, merupakan sebuah penyakit flu pandemik yang berbahaya. Namun yang juga kurang disadari oleh orang-orang adalah, kurangnya komunikasi dan informasi terkait mengenai virus Corona itu sendiri juga merupakan sebuah ‘bahaya’ yang sebenarnya bisa ditanggulangi dengan mudah.

Kurangnya Informasi dari Pihak Terkait Menciptakan Ketakutan alih-alih Tindakan Tepat

Virus Corona
Photo by CDC on Unsplash

Ketika masyarakat tidak mendapat informasi mengenai isu yang ramai secara global, sebuah kekosongan terjadi, dan masyarakat cenderung akan mengisi kekosongan tersebut dengan segala informasi yang mereka dapat. Hal ini berbahaya, karena dari celah inilah mis-informasi, hoax, dan kepanikan terjadi.

Ketika masyarakat kebingungan mencari sebuah jalan, mereka mencari informasi dari pihak terkait. Bahkan, hal yang paling mengejutkan untuk saya adalah, ketika wartawan pun bertanya kepada Jurgen Klopp yang merupakan pelatih sepakbola mengenai virus Corona, dan sadar akan posisinya Jurgen Klopp pun menjelaskan bahwa opini-nya tidaklah penting, bertanyalah pada ahli yang bersangkutan.

Data E-commerce Indonesia di tahun 2019

Virus Corona di Negara Tetangga, Pemerintah justru Bangga Indonesia Negatif (waktu itu)

Mungkin saya yang terlalu pesimis dengan pemerintah, atau mungkin ini cara yang diambil pemerintah untuk menghindari kepanikan. Menurut saya, akan lebih baik dibanding berbangga diri, pemerintah atau otoritas kesehatan Indonesia memberikan informasi mengenai tindakan preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran.

Dari sinilah kekosongan itu terjadi, muncul informasi-informasi mengenai penyebab Corona yang tidak bisa masuk ke Indonesia, mis-informasi bertebaran, dan hoax mulai bermunculan. Bahkan muncul ceramah agama yang membuat cocok logika Corona adalah azab, disebarkan oleh jin, dan sebuah konspirasi remason, komunis, dan ayah yudi.

Edukasi Publik yang Buruk Memperparah Pandemi Covid-19

Edukasi publik terbukti merupakan elemen penting dalam melawan pandemi seperti H1N1, H5N1 (Flu burung) dll. Komunikasi merupakan sebuah kunci kesuksesan atau kegagalan dari lembaga kesehatan untuk melawan penyakit yang mudah menular, dan sayangnya selama ini, edukasi publik terhadap Covid-19 ini kurang, dan ini berbahaya.

Ketika otoritas kesehatan gagal mengkomunikasikan langkah selanjutnya atau apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona, masyarakat akan mengisi kekosongan ini dengan apa yang “dipikir” oleh orang lain, bukan fakta yang ada. Dan ketika ini disampaikan oleh orang-orang yang memiliki otoritas tertentu, tidak jarang hal ini menyebabkan pesan yang disampaikan beragam, namun juga bisa saling berlawanan.

Hal ini pun diperparah dengan media. Kompetisi untuk menghadirkan informasi terbaru pun mengalahkan kompetisi untuk menghadirkan informasi paling akurat. Bukan malah membantu, malah hanya menimbulkan kepanikan.

Taiwan Patut Dicontoh dalam Menangani Virus Corona (Covid-19)

VIrus Covid-19
Photo by Macau Photo Agency on Unsplash

Meskipun berdekatan dengan pusat pandemi virus Corona, Taiwan memiliki kasus corona ter-rendah dibandingkan negara lainnya. Salah satu kunci dalam menganalisa hal ini adalah keterbukaan masyarakatnya. Sistem politik taiwan dipimpin oleh presiden yang merupakan mantan profesor, dan wakil-nya yang merupakan ahli epidemiologist.

Pada tanggal 20 Januari 2020, Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan sudah membuat koordinasi mengenai virus Corona tiga hari sebelum Wuhan melakukan lockdown dan rapat pertama komite darurat WHO (World Health Organization). Dan yang penting disini adalah, ini dilakukan sebelum Taiwan memiliki kasus virus Corona.

Walaupun mungkin banyak masyarakat Taiwan yang belum yakin terhadap bahaya virus Corona atau Covid-19, banyak yang percaya dengan lembaga otoritas negara dan mengambil langkah-langkah yang dikomunikasikan kepada publik seperti, pengecekan suhu pada gedung-gedung publik, dan penggunaan masker. Panic buying atau kekurangan stok masker pun bisa diatasi ketika Pemerintah, dan sukarelawan mulai mengantisipasi dan mempublikasikan tempat-tempat yang menyediakan masker. Sehingga rasa hati-hati yang muncul dibandingkan kepanikan.

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  1. Pisahkan fakta dari opini
  2. Cari sumber-sumber informasi yang bisa dipercaya
  3. Komunikasikan dengan jelas apa yang kita ketahui dan apa yang tidak kita ketahui

Dibawah ini Merupakan Rekomendasi dan Panduan dari Otoritas Kesehatan

Virus Corona atau Covid-19 memang berbahaya, namun kita tidak sedang menghadapi situasi kiamat. Iya, kita dihantui ketidakpastian dan keraguan. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendukung dan bergantung pada pemerintah. Kita hidup di era dimana ada banyak ancaman-ancaman lain yang tidak kita ketahui, sembari dihujani berbagai informasi secara terus menerus. Mari bersama kita lawan virus Corona dan menjadikan pandemi ini sebagai salah satu kisah yang bisa kita ceritakan pada anak cucu kita. Stay safe and strong.

Nothing to fear but fear itself

1933 Inaugural Address Franklin D. Roosevelt
Artikel Lainnya
nano-influencer-dalam-strategi-marketing-media-sosial-2020
Nano Influencer dalam Strategi Marketing Media Sosial 2020