VIrus Covid-19
Photo by Macau Photo Agency on Unsplash

Virus Corona: Dan Mengapa Anda Harus Bertindak Sekarang

Artikel Virus Corona ini merupakan translasi dari artikel yang ditulis oleh Tomas Pueyo melalui Medium. Saya memutuskan untuk men-translasi artikel ini karena artikel ini membahas secara lengkap dan jelas mengenai virus Corona, dan karena tidak ada translasi dalam bahasa Indonesia, untuk menjangkau lebih banyak orang terutama di Indonesia. Artikel asli bisa anda lihat di Coronavirus: Why You Must Act Now. (Update 19 Maret 2020)

Dengan semua yang terjadi saat ini mengenai virus Corona, akanlah menjadi sulit untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan sekarang. Haruskah anda menunggu lebih banyak informasi? melakukan sesuatu hari ini?

Dalam artikel ini, saya akan membahas, dengan banyak grafik, data, dan model dengan berbagai sumber:

  • Berapa banyak kasus virus Corona dalam area anda?
  • Apa yang terjadi apabila kasus tersebut menjadi nyata?
  • Apa yang harus anda lakukan?
  • Kapan?

Ketika selesai membaca artikel ini, informasi inilah yang akan anda dapat:

Virus Corona menghampiri anda.
Ia datang secara eksponensial: perlahan, dan tiba-tiba.
Ia datang dalam hitungan hari. Atau mungkin seminggu atau dua minggu.
Dan ketika ia datang, sistem kesehatan anda akan kewalahan.
Masyarakat akan ditangani di lorong.
Pekerja kesehatan yang kelelahan akan berhenti. Dan beberapa akan mati.
Mereka harus menentukan pasien mana yang mendapat oksigen, mana yang akan mati.
Jalan satu-satunya mencegah ini adalah social distancing hari ini. Bukan besok. Hari ini.
Ini berarti menjaga banyak orang tetap dirumah sebanyak mungkin, mulai dari sekarang.

Sebagai tokoh politik, pemimpin komunitas atau perusahaan, anda punya kekuatan dan tanggung jawab untuk mencegah ini.

Mungkin anda punya ketakutan hari ini: Bagaimana jika saya bereaksi berlebihan? Bagaimana jika mereka menertawakan saya? Akankah mereka marah pada saya? Akankah saya terlihat bodoh? Akankah lebih baik untuk menunggu yang lain mengambil langkah pertama? Akankah saya merusak ekonomi lebih jauh?

Tapi dalam 2-4 minggu, ketika seluruh dunia melakukan lockdown, ketika beberapa hari berharga dalam social distancing anda bisa menyelamatkan nyawa, orang-orang tidak akan meng-kritisi anda: Mereka akan berterima kasih kepada anda karena mengambil keputusan yang tepat.

Sebelumnya, sudahkah anda membaca Virus Corona Berbahaya dan Kurangnya Informasi

Ok, let’s do this

1. Berapa Banyak Kasus Virus Corona yang Akan Ada di Area Anda?

Perkembangan Virus Corona

Perkembangan Virus Corona Negara

Jumlah kasus baru meningkat secara eksponensial hingga China berhasil menekan perkembangannya. Tapi kemudian, bocor keluar, dan sekarang pandemi yang tidak bisa dihentikan.

2-Perkembangan-virus-corona

Perkembangan hari ini, mayoritas dikarenakan Itali, Iran, dan Korea Selatan:

3 Perkembangan Virus Corona

Terdapat banyak kasus di Korea Selatan, Italy, dan Iran dan sangat sulit melihat negara lainnya, tapi mari kita perbesar di ujung bawah kanan.

4-Perkembangan-virus-corona

Terdapat banyak negara dengan tingkat pertumbuhan eksponensial. Hingga hari ini, mayoritas dari mereka adalah negara barat.

5-Perkembangan-Virus-Corona
Tulisan merah: Negara diatas garis batas merah, kasus meningkat 2x lipat tiap 2 hari

Jika anda mengikuti tingkat perkembangan seperti diatas dalam seminggu, maka ini yg akan anda dapatkan:

6 Perkembangan Virus Corona

Jika anda ingin memahami apa yang akan terjadi, atau bagaimana mencegahnya, anda perlu melihat kasus yang telah terjadi di: China, Negara timur dengan pengalaman kasus SARS, dan Italy.

China

Perkembangan Virus Corona China
Sumber: Analisis Tomas Pueyo dalam grafik Journal of the American Medical Association (https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2762130) , berdasarkan data kasus kasar dari Chinese Center for Disease Control and Prevention

Ini adalah salah satu grafik penting.

Grafik ini menunjukkan bar orange merupakan angka resmi harian kasus di provinsi Hubei: Berapa banyak orang yang di diagnosa hari itu.

Bar abu-abu menunjukkan kasus asli harian virus Corona. Lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit China menemukan data ini dengan menanyakan pasien selama diagnostik ketika gejala mulai muncul.

Sangat penting, kasus asli ini tidak diketahui pada waktu itu. Kita bisa melihatnya ketika melihat kebelakang. Pihak otoritas tidak mengetahui ketika seseorang baru saja memiliki gejala. Mereka mengetahuinya ketika seseorang datang ke dokter dan di-diagnosa.

Kesimpulannya, bar orange adalah yang otoritas ketahui, dan bar abu-abu adalah kasus yang sebenarnya terjadi.

Pada 21 Januari, jumlah kasus yang baru ter-diagnosa (orange) meledakl terdapat sekitar 100 kasus baru. Realitanya, ada 1500 kasus pada hari itu, dan meningkat secara eksponensial. Tetapi otoritas tidak mengetahui itu. Yang mereka ketahui adalah, tiba-tiba ada 100 kasus baru penyakit baru ini.

Dua hari kemudian, otoritas menutup Wuhan. Pada titik ini, jumlah kasus baru harian yang ter-diagnosa kurang lebih 400. Ingat angka ini: mereka membuat keputusan menutup kota Wuhan hanya dengan 400 kasus baru perhari. Pada kenyataannya, terdapat 2500 kasus baru hari itu, tetapi mereka tidak tahu.

Keesokan harinya, 15 kota lain di provinsi Hubei ditutup.

Hingga 23 Januari, ketika Wuhan ditutup, anda bisa melihat grafik bar abu-abu: meningkat secara eksponensial. Kasus nyata meledak. Segera setelah Wuhan lockdown, kasus-nya melambat. Pada 24 Januari, ketika 15 kota lainnya lockdown, jumlah kasus nyata (lagi, abu-abu) berhenti. Dua hari kemudian, jumlah maksimal kasus nyata yang ada tercapai, dan telah menurun sejak itu.

Cata bahwa bar orange (kasus yang diketahui otoritas) masih meningkat secara eksponensial: Selama 12 hari lebih, terlihat seakan-akan kasusnya tetap meledak. Tapi tidak, itu hanyalah kasus orang-orang yang memiliki gejala semakin kuat dan pergi ke doktor, dan sistem untuk meng-identifikasinya semakin kuat.

Konsep kasus resmi dan kasus asli ini penting. Simpan di otak untuk nanti.

Daerah China lainnya ter-koordinasi dengan baik oleh pusat pemerintah, mereka pun mengambil langkah segera dan drastis. Ini hasilnya:

Virus Corona China 2

Setiap garis datar diatas merupakan provinsi China dengan kasus virus Corona. Masing-masing memiliki potensi untuk menjadi eksponensial, tetapi terima kasih berkat aksi yang segera diambil pada akhir Januari, kesemuanya berhenti sebelum virus Corona menyebar.

Sementara itu, Korea Selatan, Italy, dan Iran memiliki waktu sebulan untuk belajar, tapi tidak. Mereka mengalami perkembangan eksponensial yang sama seperti Hubei dan melebihi provinsi China lainnya sebelum akhir Februari.

Negara Timur

Kasus di Korea Selatan meledak, tetapi tidakkah anda bertanya-tanya kenapa Jepang, Taiwan, Singapore, Thailand, atau Hongkong tidak?

Negara-Timur-1
Taiwan tidak masuk dalam grafik ini karena jumlah kasusnya dibawah 50

Kesemuanya terkena SARS pada tahun 2003, dan mereka belajar dari itu. Mereka belajar tentang bagaimana bisa viral dan berbahaya sebuah penyakit, jadi mereka tahu untuk mengambil langkah secara serius. Maka dari itu, kesemua grafik mereka, meskipun berkembang dengan tinggi pada awalnya, tidak terlihat seperti perkembangan eksponensial.

Sejauh ini, kita memiliki cerita tentang ledakan virus Corona, pemerintah mulai menyadari bahaya-nya, dan mengatasinya. Untuk negara lainnya, ini adalah cerita yang berbeda.

Sebelum membahas mereka, sebuah catatan tentang Korea Selatan: Negara ini mungkin adalah sebuah kejanggalan. Virus Corona terkendala pada 30 pasien pertama. Pasien ke 31 adalah super-spreader yang menyebarkan ke ribuan orang lain sebelum menunjukkan gejala, pada waktu pihak otoritas menyadari masalahnya, virus-nya sudah diluar sana. Sekarang mereka membayar terhadap konsekuensi terhadap satu instansi. Namun containment mereka mulai menunjukkan hasil, namun: Italy telah menyalip jumlah kasus, dan Iran melewatinya (3/10/2020)

2. Apa Yang Akan Terjadi Ketika Kasus Coronavirus Ini Terwujud

Jadi virus Corona sudah disini. Tersembuyi, dan meningkat secara eksponensial.

Apa yang terjadi pada negara kita ketika itu terjadi? Mudah untuk diketahui, karena beberapa tempat telah terjadi. Contoh paling nyata adalah Hubei dan Italy.

Tingkat Kematian

World Health Organization (WHO) mengatakan 3.4% sebagai tingkat fatalitas (%Orang yang terkena virus Corona kemudian mati). Angka ini diluar konteks, mari saya jelaskan.

fatality-rate-1

Ini tergantung dari negara dan momennya: antara 0.6% di Korea Selatan dan 4.4% di Iran. Lalu bagaimana? Kita bisa menghitungnya.

Terdapat dua cara untuk menghitung tingkat fatalitas Kematian/Jumlah kasus dan Kematian/Kasus ditutup. Yang pertama cenderung meremehkan, karena kebanyakan kasus terbuka masih bisa berakhir kematian. Yang kedua adalah menaksir terlalu tinggi, karena kasus kematian yang ditutup lebih cepat daripada sembuh.

Yang saya lakukan adalah melihat keduanya berubah seiring waktu. Kedua angka ini akan menghasilkan angka yang sama ketika semua kasus ditutup, jadi jika anda memproyeksikan tren masa lalu ke masa depan, anda bisa membuat sebuah tebakan tingkat fatalitas di akhir kasus.

Ini yang kamu lihat dalam data. Tingkat fatalitas China sekarang antara 3.6% dan 6.1%. Jika anda proyeksikan di masa depan, dua nilai tersebut akan tergabung menuju 3.8%-4%. Nilai ini dua kali lipat perkiraan saat ini, dan 30 kali lebih buruk dibanding flu.

Tapi ini dibuat dari dua realita berbeda: Hubei dan Provinsi China lainnya.

fatality-rate-2

Tingkat fatalitas Hubei mungkin akan mencapai 4.8%. Sedangkan, untuk provinsi China lainnya, akan berakhir pada sekitar 0.9%:

fatality-rate-3

Catat bahwa distribusi usia di setiap negara juga akan memiliki peran: Sejak mortalitas lebih tinggi pada orang yang lebih tua, negara dengan populasi mayoritas orang tua seperti Jepang akan mendapatkan tingkat kematian lebih tinggi dibanding negara dengan mayoritas anak muda. Ada juga faktor cuaca, terutama kelembapan dan temperatur, tetapi masih belum jelas bagaimana hal itu akan mempengaruhi tingkat fatalitas dan persebaran Corona.

Ini yang bisa anda simpulkan:

  • Negara dengan persiapan yang lebih matang akan memiliki tingkat fatalitas yang rendah seperti Korea Selatan 0.5% hingga 0.9% Provinsi China selain Hubei
  • Negara yang kewalahan atau tidak siap akan memiliki tingkat fatalitas antara 3%-5%

Bisa juga dipahami dengan: Negara yang bertindak cepat bisa mengurangi jumlah kematian hingga 10x. Dan itu hanya menghitung dari tingkat fatalitas. Mengambil keputusan dengan drastis juga mengurangi kasus baru.

Negara yang bertindak cepat bisa mengurangi jumlah kematian hingga 10x

Jadi apa yang harus disiapkan?

Apa yang Akan Menjadi Tekanan Pada Sistem

Sekitar 20% kasus membutuhkan rawat inap, 5% kasus yang ada membutuhkan ICU (Intensive Care Unit), dan sekitar 2.5% membutuhkan pertolongan sangat intensif seperti ventilator atau ECMO (extra-corporeal-oxygenation).

tekanan-karena-corona-1
tekanan-karena-corona-3

Masalahnya adalah seperti Ventilator dan ECMO tidak bisa diproduksi atau dibeli dengan mudah. Beberapa tahun yang lalu, Amerika Serikat hanya memiliki 250 mesin ECMO contohnya.

Jika jika anda tiba-tiba memiliki 100.000 kasus positif Corona, kebanyakan dari mereka akan minta di tes. Sekitar 20.000 akan membutuhkan rawat inap, 5000 butuh ICU, dan 1000 butuh alat yang tidak kita miliki dalam jumlah banyak. Dan itu hanya pada 100.000 kasus.

Ini juga tidak termasuk menghitung masalah masker. Sebuah negara seperti Amerika Serikat hanya memiliki 1% masker dari yang dibutuhkan untuk pekerja kesehatannya (12 Juta masker N95, 30 juta masker operasi melawan 3.5 miliar yang dibutuhkan). Dalam banyak kasus yang ada, hanya ada masker untuk 2 minggu.

Negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, atau Singapur, juga provinsi China diluar Hubei, telah bersiap dan memberikan perawatan yang dibutuhkan pasien.

Tetapi negara-negara barat justru mengambil langkah ke arah Hubei dan Italy. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?

Seperti Apa Sistem Kesehatan yang Kewalahan

Cerita ini terjadi di Hubei dan Italy yang mulai terjadi kemiripan. Hubei membangun dua rumah sakit dalam sepuluh hari, itu pun, pada akhirnya masih kewalahan.

Saya merekomendasi thread Twitter ini, karena cukup menggambarkan situasi di Italy

Pekerja kesehatan menghabiskan ber jam-jam menggunakan satu APD (Alat Pelindung Diri), karena tidak adanya supply yang cukup. Hasilnya, mereka tidak bisa meninggalkan area ter-infeksi ber jam-jam. Ketika mereka melepasnya, mereka ambruk, dehidrasi, dan kelelahan. Shift kerja hilang. Orang-orang yang pensiun pun ditarik kembali untuk menutup kebutuhan. Orang-orang yang tidak tahu sama sekali pun dilatih semalam untuk mengisi peran penting. Semua orang siap siaga, selalu.

sistem-kewalahan
Foto dari Francesca Mangiatordi (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10216801035206313&set=a.4873666287617&type=3&theater), perawat Italy yang ambruk ditengah perang melawan virus Corona

Ini terjadi, hingga akhirnya mereka sakit. Dimana ini sering terjadi, karena mereka secara konstan terpapar virus Corona, tanpa APD yang mencukupi. Dan ketika itu terjadi, mereka perlu di karantina selama 14 hari, dan tidak bisa membantu. Skenario terbaik, 2 minggu hilang, skenario terburuk, mereka meninggal.

Paling parah terjadi di ICU, ketika pasien harus berbagi ventilator atau ECMO. Padahal keduanya tidak mungkin untuk dibagi, jadi pekerja kesehatan harus menentukan mana pasien yang menggunakannya. Itu artinya, satu hidup, dan satu mati.

Setelah beberapa hari, kita harus memilih, […] Tidak semuanya bisa diintubasi. Kita menentukan berdasarkan Usia dan status kesehatan

Christian Salori, Dokter Italy ( https://www.brusselstimes.com/all-news/belgium-all-news/health/99412/coronavirus-we-must-choose-who-to-treat-says-italian-doctor-covid-19-christian-salaroli )
tekanan-karena-corona-2
Pekerja medis menggunakan APD untuk menangani pasien Corona, foto di sebuah ICU Wuhan, China, Feb 6 (China Daily/Reuters), via Washington Post (https://www.washingtonpost.com/health/2020/03/07/how-doctors-treat-sickest-coronavirus-patients/)

Inilah yang mendorong tingkat fatalitas sistem menjadi 4% bukan 0.5%. Jika anda ingin kota atau negara anda menjadi bagian 4%, jangan keluar rumah hari ini.

tekanan-karena-corona-4
Foto Satelit yang menunjukkan kuburan Behesht Masoumeh di kota Iran Qom. ©2020 Maxar Technologies. Via The Guardian and the The New York Times.

3. Apa Yang Seharusnya Anda Lakukan?

Ratakan Kurva

Virus Corona sudah menjadi pandemi. Tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Tapi kita bisa mengurangi akibatnya.

Beberapa negara merupakan contoh yang baik. Yang paling baik adalah Taiwan, dimana Taiwan sangat terhubung dengan China dan hingga saat ini memiliki kasus kurang dari 50. Penelitian terbaru menjelaskan tentang berbagai cara yang dilakukan Taiwan di awal virus Corona.

https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2762689

Mereka berhasil mengurungnya, tetapi banyak negara tidak memiliki keahlian ini. Sekarang mereka memainkan permainan yang berbeda: mitigasi. Mereka perlu berusaha untuk membuat virus ini menjadi tidak berbahaya sebisa mungkin.

Jika kita mengurangi tingkat infeksi sebanyak mungkin, sistem kesehatan kita akan bisa menangani kasus yang ada dengan lebih baik, menurunkan tingkat fatalitas. Dan, jika kita sebarkan dari waktu ke waktu, kita bisa mencapai sebuah titik dimana masyarakat lainnya bisa di vaksin, menghilangkan resiko yang ada. Jadi tujuan kita bukan untuk mengeliminasi penularan Corona. Tetapi menundanya.

apa-yg-dilakukan-corona-1
Sumber https://flowingdata.com/2020/03/09/flatten-the-coronavirus-curve/?fbclid=IwAR3sG7Mkre45ZOQMH-xwWhKZzgRF6PJfydjezgPR8mS8BJ-DuwNqBHTjdUM

Semakin kita bisa menunda kasus yang ada, semakin baik sistem kesehatan kita bekerja, semakin rendah tingkat mortalitas, dan semakin banyak orang yang bisa di vaksinasi sebelum terjangkit.

Bagaimana cara meratakan kurva-nya?

Social Distancing

Ada satu cara yang mudah yang bisa kita lakukan dan terbukti berhasil: social distancing.

Jika kita kembali pada grafik Wuhan, anda akan ingat bahwa ketika terjadi lockdown, kasusnya menurun. Itu karena masyarakat tidak berinteraksi satu sama lain, dan virusnya tidak menyebar.

Konsensus ilmiah saat ini bahwa Corona bisa menyebar dalam jarak 2 meter jika seseorang batuk. Diluar itu, butir airnya jatuh ketanah dan tidak meng-infeksi anda.

Infeksi yang paling menakutkan adalah melalui permukaan: Virus Corona bisa bertahan hingga 9 hari tergantung permukaan seperti besi, keramik, dan plastik. Ini berarti seperti gagang pintu, meja, atau tombol lift bisa menjadi titik penularan.

Satu-satunya untuk benar-benar mengurangi ini adalah dengan Social Distancing: Menjaga orang-orang untuk sebisa mungkin dirumah, selama mungkin hingga situasi reda.

Hal ini terbukti efektif di masa lalu. Sebut saja, pandemi Flu tahun 1918

Belajar dari Pandemi Flu 1918

Flu1918

Anda bisa melihat bagaimana Philadelphia tidak bereaksi dengan cepat, dan memiliki puncak yang sangat tinggi dalam tingkat kematian. Dibandingkan dengan St Louis yang bereaksi dengan cepat.

Jika kamu generalisasikan, ini yang bisa anda temukan:

Flu1918-2

Dalam grafik ini menunjukkan, untuk Flu 1918 di Amerika Serikat, jumlah kasus yang meninggal tiap kota tergantung seberapa cepat mengambil langkah. Contohnya, kota seperti St Louis butuh waktu 6 hari sebelum Pittsburgh, dan memiliki tingkat kematian yang lebih rendah. Rata-rata, mengambil langkah 20 hari lebih awal, mengurangi tingkat kematian hingga setengah.

Italy akhirnya menyadari ini. Mereka kemudian melakukan lockdown di Lombardy pada hari Minggu, dan satu hari kemudian, hari Senin, mereka menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk melakukan Lockdown di seluruh negara.

Semoga, kita akan segera melihat hasilnya di kemudian hari. Namun, hal ini membutuhkan waktu satu hingga dua minggu untuk melihatnya. Ingat grafik Wuhan: ada keterlambatan hingga 12 hari antara momen ketika Lockdown diumumkan dan momen ketika kasus resmi (bar orange) mulai terjadi penurunan.

Peran Tokoh Politik Terhadap Social Distancing?

Pertanyaan yang ditanyakan oleh tokoh politik terhadap diri mereka sendiri adalah apakah mereka harus melakukan sesuatu, daripada memikirkan langkah tepat yang perlu diambil.

Ada beberapa tahapan dalam mengkontrol epidemi, dimulai dari antisipasi dan berakhir dengan eradikasi. Namun itu terlalu terlambat untuk saat ini. Dengan tingkat kasus seperti ini, opsi yang bisa diambil tokoh politik didepan mereka adalah pengurungan, mitigasi, dan penekanan.

Pengurungan

Pengurungan dilakukan untuk memastikan semua kasus teridentifikasi, terkontrol, dan terisolasi. Ini yang membuat Singapore, Hongkong, Jepang atau Taiwan mengatasi ini dengan baik: Secara cepat mereka membatasi orang masuk, mengidentifikasi yang sakit, dan segera mengisolasi mereka, menggunakan APD untuk melindungi pekerja kesehatan, melacak kontak mereka, dan mengkarantina mereka. Ini bekerja sangat baik ketika anda benar-benar siap dan segera melakukannya, dan anda tidak perlu menggerus ekonomi anda hingga berhenti untuk membuat ini terjadi.

Saya sudah menyebutkan pendekatan Taiwan. Tapi China juga melakukan hal yang baik juga. Langkah yang mereka ambil untuk mengurung persebaran virus Corona sangat mencengangkan. Contohnya, mereka memiliki hingga 1800 tim berisi 5 orang untuk melacak orang yang terinfeksi, siapa saja yang berinteraksi, dan mereka yang diajak interaksi, dan mengisolasi mereka. Itulah bagaimana cara China dalam mengurung persebaran virus Corona dalam negara berpenduduk milyaran.

Ini yang tidak dilakukan oleh negara Barat. Dan sekarang sudah terlalu terlambat. Pengumuman terbaru Amerika Serikat menutup penerbangan dari Eropa adalah langkah pengurungan yang negara ini saat ini, per hari ini, memiliki kasus 3x lipat dari Hubei ketika ditutup, berkembang secara eksponensial. Bagaimana kita tahu bahwa jika hal itu cukup? Ternyata, kita bisa mengetahui dari larangan berpergian di Wuhan

pengurungan-1
Sumber : https://science.sciencemag.org/content/early/2020/03/05/science.aba9757

Grafik ini menunjukan akibat dari larangan berpergian di Wuhan yang menunda epidemi. Ukuran gelembung menunjukkan jumlah kasus harian. Baris paling atas menunjukkan jika hal ini tidak dilakukan. Dua baris dibawahnya menunjukkan apabila 40% dan 90% orang yang berpergian di eliminasi. Ini adalah model yang dibuat epidemiologis, karena kita belum tahu pasti.

Jika anda tidak melihat perubahan yang signifikan, anda benar. Sangatlah sulit untuk melihat perubahan dalam perkembangan sebuah epidemi.

Peneliti memperkirakan, persebaran di China akibat dari larangan berpergian Wuhan hanya menunda 3-5 hari.

Sekarang apa yang menurut peneliti fikir berpengaruh untuk mengurangi persebaran virus Corona?

pengurungan-2

Grafik diatas hampir sama dengan sebelumnya. Namun grafik ini menunjukkan tingkat pengurangan persebaran. Jika persebaran menurun hingga 25% (Melalui Social Distancing), ini bisa meratakan kurva dan menunda puncak persebaran hingga 14 minggu. Mengurangi tingkat persebaran hingga 50%, dan anda tidak akan melihat epidemi ini muncul dalam 4 bulan.

Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan larangan terbang dari Eropa cukup bagus: Namun ini mungkin hanya memberi waktu beberapa jam, atau mungkin sehari atau dua hari. Tidak lebih. ini tidak cukup. Ini adalah pengurungan ketika yang diperlukan adalah mitigasi.

Ketika ada ratusan atau ribuan kasus yang berkembang dalam populasi, mencegah pertambahan, melacak yang terinfeksi, dan mengisolasi kontak mereka tidaklah cukup lagi. Tingkat selanjutnya adalah mitigasi atau penekanan.

Mitigasi atau Penekanan

Artikel yang barum Coronavirus The Hammer and the Dance, mencakup mitigasi vs penekanan secara lengkap

Mitigasi membutuhkan banyak waktu percobaan, pelacakan kontak, pengurungan, dan isolasi untuk meratakan kurva tanpa menghentikan wabah.

Penekanan mencoba untuk selangkah lebih jauh dan memadamkan wabah. Ini membutuhkan social distancing maksimal. Orang-orang harus menghentikan acara kumpul-kumpul untuk menurunkan tingkat penularan (R), dari R=~2-3 virus yang mengikuti, sehingga pada akhirnya akan selesai.

Langkah ini membutuhkan menutup perusahaan, toko, transportasi umum, sekolah, dan melakukan lockdown. Semakin parah situasimu, maka semakin parah tingkat social distancing yang diperlukan. Semakin awal anda mengambil langkah berat, semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk menerapkannya, semakin mudah untuk mengidentifikasi kasus, dan semakin sedikit orang yang terinfeksi.

Inilah yang harus dilakukan Wuhan. Inilah yang memaksa Italy untuk menerimanya. Dan kemudian Prancis, Spanyol, dan banyak negara lainnya. Karena ketika virus merajalela, langkah satu-satunya adalah untuk menutup semua area terinfeksi untuk mencegah persebaran yang ada.

Dengan ribuan kasus resmi – dan belasan ribu kasus asli – inilah yang perlu dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, atau Swiss.

Beberapa bisnis bekerja dari rumah, dimana ini hal yang baik.
Acara dimana terkumpul banyak masa dihentikan.
Beberapa area terjangkit melakukan isolasi sendiri.

Semua langkah tersebut akan memperlambat virus. Dan mengurangi tingkat persebaran dari 2.5 menuju 2.2 atau bahkan 2. Semoga lebih. Tetapi mereka tidaklah cukup untuk mencapai dibawah 1 dalam periode tertentu untuk menghentikan epidemi.

Jadi pertanyaannya menjadi: Apa pengorbanan yang perlu dilakukan untuk mengurang nilai R? Ini adalah menu yang Italy berikan kepada kita:

  • Seorangpun dilarang untuk memasuki atau keluar dari area lockdown, kecuali urusan keluarga atau kerja yang mendesak
  • Pergerakan dalam area juga harus dihindari, kecuali dapat dijustifikasi terhadap keperluan personal atau kerja yang tidak bisa ditunda
  • Orang-orang dengan gejala (infeksi saluran pernapasan dan demam) sangat direkomendasikan untuk tetap dirumah
  • Waktu istirahat pekerja kesehatan ditangguhkan
  • Penutupan fasilitas pendidikan (Sekolah, universitas…), gym, musium, tempat wisata, kolam renang, dan bioskop.
  • Bar dan restoran memiliki jam bukan dari 6 pagi hingga 6 malam dengan jarak minimal 1 meter antar pelanggan
  • Semua pub dan klub malam harus ditutup
  • Semua kegiatan komersil harus menjaga jarak satu meter dengan pelanggan. Mereka yang tidak melakukan ini harus tutup. Tempat ibadah tetap buka selama bisa menjamin jarak minimal
  • Kunjungan rumah sakit teman dan keluarga dibatasi
  • Rapat kerja harus ditunda. Kerja dari rumah harus dianjurkan
  • Semua acara olahraga dan kompetisi, publik atau privat, dibatalkan. Acara penting bisa dilakukan secara tertutup

Lalu dua hari kemudian, mereka menambahkan: Tidak, faktanya, anda perlu menutup semua bisnis yang tidak krusial. Jadi sekarang kita menutup semua kegiatan komersil, kantor, cafe, dan toko. Hanya transportasi, apotik, dan kebutuhan sehari-hari yang tetap buka.

Bagaimana Pemilik Perusahaan Berkontribusi pada Social Distancing?

Jika anda adalah pemilik bisnis/usaha dan anda ingin tahu apa yang seharusnya anda lakukan, sumber daya yang bisa anda pelajari adalah Staying Home Club.

Website tersebut berisi tentang kebijakan social distancing yang dilakukan oleh perusahaan teknologi di Amerika Serikat

Ada beberapa cara yang harus perusahaan lakukan, seperti dengan jam bekerja, menentukan kantor dibuka atau tidak, apa yang dilakukan dengan kafetaria dll.

4. Kesimpulan: Biaya Menunggu

Mungkin terasa menakutkan untuk membuat keputusan sekarang, tetapi anda harus memikirkannya dengan sudut pandang seperti ini.

kesimpulan-virus-corona

Model teoritis ini menunjukkan komunitas yang berbeda: satu yang tidak mengambil langkah social distancing, satu yang mengambil social distancing pada Hari N ketika terjadi kejadian luar biasa, dan yang lainnya Hari N+1. Semua angka disini adalah fiksi (Saya memilih ini berdasarkan apa yang terjadi di Hubei, dengan +-6rb kasus baru setiap hari). Mereka hanya mengilustrasikan betapa pentingnya satu hari bisa mempengaruhi sesuatu yang tumbuh secara eksponensial. Anda bisa melihat menunda satu hari akan memuncak nanti dan lebih tinggi, kemudian kasus menjadi 0.

Bagaimana dengan kasus kumulatif?

Kesimpulan-corona-2

Dalam model teoritis yang mencoba mereplikasi Hubei, menunggu satu hari lagi membuat 40% kasus baru. Jadi, mungkin, jika otoritas Hubei mengumumkan lockdown pada tanggal 22 Januari daripada 23 Januari mungkin bisa mengurangi kasus yang ada hingga 20rb.

Dan ingat, ini tidak hanya berlaku pada kasus positif. Mortalitas juga akan menjadi lebih tinggi karena tidak hanya akan ada peningkatan kematian 40%. Tapi sistem kesehatan akan memiliki kemungkinan runtuh lebih tinggi, dan ini mengarah pada tingkat mortalitas hingga 10x lebih tinggi dari yang kita lihat sebelumnya. Jadi perbedaan satu hari dalam langkah social distancing bisa berakhir meledakkan jumlah kematian dalam area anda dengan kasus yang lebih banyak dan tingkat fatalitas yang lebih tinggi.

Ini adalah ancaman eksponensial. Setiap hari berharga. Ketika anda menunda sebuah keputusan sehari saja, maka akan semakin memperparah situasi. Setiap hari tanpa social distancing, kasus virus Corona baru akan meningkat secara eksponensial.

Share the Word

Bagikan artikel ini untuk membuka lebar wawasan mengenai virus Corona. Bukan untuk membuat kepanikan, tetapi pentingnya kesadaran kita bahwa pandemi virus Corona ini harus ditanggapi secara serius.

Artikel ini di translasi dan di kurangi isinya tanpa mengubah esensi dan pesan asli dari artikel yang asli sehingga tidak terlalu panjang

Artikel Lainnya
micro-influencer
Micro-Influencer Sebuah Transisi Menuju 2019