teori-konspirasi-percaya

Teori Konspirasi, Kenapa Orang Mudah Percaya dan 3 Alasannya

Antara Wahyudi, Remason, Illuminasi, dan Bumi Piring. Tim mana anda?

Dulu ketika saya kecil, saya suka sekali membaca berbagai teori konspirasi. Entah itu berasal dari buku yang dijual di Gramedia, atau melalui Internet yang waktu itu hanya IndoCropCircle yang saya ketahui.

Bahkan

Dulu sering sekali saya meyakinkan teman-teman untuk mempercayai sebuah teori konspirasi, terutama tentang Amerika yang tidak pernah mendarat di bulan.

Ini mengingatkan saya tentang Surat Ar-Rahman ayat 4 yang diajarkan papa saya. Seorang anak smp yang belum tahu dunia di suatu sore.

عَلَّمَہُ الۡبَیَانَ

Terjemahan: “Mengajarnya pandai berbicara”

Penjelasan yang papa saya berikan pada waktu itu masih terekam dengan jelas di otak saya bahwa manusia diberi kelebihan untuk menyampaikan apa yang ada di hatinya dan apa yang terfikir dalam otaknya, oleh karena itu manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna karena diberikan kemampuan berfikir dan berbicara.

Mungkin waktu itu.

Papa saya tertawa dalam hati, mengingat beliau juga sangat tertarik dan mengikuti perkembangan luar angkasa. Semoga papa tenang disisi-Nya, Amin.

Sekarang.

Ditengah-tengah ramainya Pandemi COVID-19 (Oh ya, jangan lupa baca Virus Corona: dan Mengapa Anda harus Bertindak Sekarang). Sosok publik figur pun membahas mengenai teori konspirasi dibalik COVID-19 ini, JRX yang selalu bersuara kerasa sejak dulu, YoungLex, Deddy Corbuzier, dll.

Selain itu, cukup sedih rasanya melihat teman, keluarga, atau bahkan relasi jatuh kedalam lubang hitam spekulasi dan rencana global elit dalam teori konspirasi.

Lelah rasanya mencoba meyakinkan mereka dengan membantah teori konspirasi yang mereka yakini dengan data yang ada (mungkin lebih tepatnya nyaris tidak mungkin), mungkin lebih baik kita mencari tahu kenapa mereka percaya teori konspirasi.

Kenapa Kita Semua Selalu Tertarik Dengan Teori Konspirasi?

teori-konspirasi-banyak-yg-percaya

Dalam lingkungan politik di Indonesia, terkadang Pemerintah melakukan hal-hal yang patut dipertanyakan dan ketahuan. Kongkalikong antar perusahaan, cerita mengenai yang kuat menindas yang lemah, ketidakadilan yang sistemik yang membuat orang kecil susah untuk sukses di masyarakat kita.

Bukan ini yang saya maksud dengan teori konspirasi.

Walaupun beberapa teori konspirasi bersumber dari simpatisan partai di Amerika, skandal, korupsi, kolusi, dan suka menutup-nutupi sering terjadi dalam kancah politik dan bisnis, tapi sangat jarang sekali sebesar yang diungkapkan para pembuat teori konspirasi.

Dalam tulisan ini yang saya bahas adalah sebuah upaya terselubung yang secara rapi dan tertata dibuat oleh para ‘Global Elit’ untuk mencapai tujuan tertentu yang berkolaborasi dengan pemerintah dan media.

Teori-teori seperti Iluminasi, Wahyudi, Bumi Piring, dan Remason.

Berdasarkan yang saya pelajari selama ini, sebenarnya ada tiga alasan utama kenapa banyak orang yang mudah percaya teori konspirasi.

Teori Konspirasi Membuat Mereka Merasa Spesial

aku-tuh-orangnya-spesial

Kalau kita lihat secara seksama, teori konspirasi tidak jauh-jauh dari kelompok rahasia, dan ini yang membuatnya sangat menarik.

Menurut psikolog Jan-Willem van Prooijen dari Amsterdam yang mempelajari mengapa banyak orang percaya teori konspirasi, beliau mengatakan teori konspirasi cenderung menyebar pada orang-orang yang berpendidikan rendah.

Tidak hanya itu

Teori konspirasi juga cenderung menyebar pada orang-orang yang memiliki ideologi politik yang radikal.

Dalam buku The Death of Expertise: The Campaign Against Established Knowledge and Why it Matters yang ditulis Tom Nichols tahun 2017

(Agar lebih mudah dipahami akan saya translasikan)

Teori konspirasi sangat menarik bagi orang-orang yang memiliki tingkat narsisme yang kuat: ada orang-orang yang lebih memilih untuk percaya pada omong kosong yang rumit daripada menerima keadaan mereka sendiri yang tidak dapat dipahami, hasil dari masalah itu di luar kemampuan intelektual mereka untuk memahami, atau bahkan kesalahan mereka sendiri

Kutipan Asli

[Conspiracy] theories also appeal to a strong streak of narcissism: there are people who would choose to believe in complicated nonsense rather than accept that their own circumstances are incomprehensible, the result of issues beyond their intellectual capacity to understand, or even their own fault.

Yang secara kasar saya artikan

Semua orang mudah dibodohi pemerintah dan media, tapi saya berbeda, spesial, dan tahu kebenarannya

Meskipun narsis bukan penyebab semua orang yang percaya teori konspirasi, mungkin ini yang bisa menjelaskan kenapa banyak orang sulit untuk dibantah teorinya, walaupun diberi data kredibel atau konkrit.

ad-hominem-homina

dan seringkali, yang saya alami adalah, ketika kita mengkonfrontasi mereka, mereka bertindak seolah-olah diserang secara pribadi dan cenderung melawan argumen saya dengan argumentum ad hominem.

Sedikit orang yang mau mengakui kebodohannya.

Dan dalam hal ini, sangat erat hubungannya dengan reputasi dan social standing mereka, semakin keras suaranya, semakin sulit untuk lari dari ilusi teori konspirasi. Kalau anda pernah berdebat dengan orang yang percaya teori konspirasi, mungkin anda akan paham apa yang saya katakan diatas.

Dalam pencarian supporting argument pada teori konspirasi mereka, mereka akan berkumpul dalam circle yang sama, menonton video tentang teori konspirasi, mengadopsi argumen itu agar tidak tertinggal dan ikut memberikan feedback dalam lingkaran misinformasi.

Pernah dengar argumen ini?

Itu yang ‘mereka’ ingin kamu percaya. Kalau kamu mau membuka mata sedikit saja, membaca sedikit lebih luas, kamu akan menemukan ‘kebenaran’. Semua data atau sumber yang ada itu memang sengaja dibuat untuk menutup-nutupi. Semoga kamu segera sadar dan membuka mata dan tidak menjadi domba-domba elit global

Argumen dengan logika berputar yang anti kritik dan memutar balikkan nalar.

Teori Konspirasi Membuat Mereka Lebih Memahami Dunia yang Rumit dan Kacau

dunia-kacau

Kemampuan manusia untuk mengenali pola membantu kita membentuk narasi internal yang memberi arti dalam hidup dan memahami dunia disekitar kita.

Teori konspirasi membajak ini dan menghubungkan kejadian-kejadian yang ada dengan cocoklogi-nya menjadi sebuah narasi yang ‘setengah’ masuk akal. Biasanya melalui video YouTube yang di narasikan dengan baik (Yes, I look at you Boss Darling).

Memang, semesta ini semuanya terbentuk dari sebuah aksi dan reaksi. Tidak ada yang tercipta begitu saja.

Terkadang, sebuah kejadian luar biasa, tidak memiliki penjelasan yang memuaskan. Kejadian luar biasa butuh penyebab yang luar biasa juga kan?

Tidak!

Kadang kejadian luar biasa terjadi hanya karena hal sepele, kelelawar yang pipis di hewan yang salah di pasar terbuka di Cina misalnya.

Menurut Tom Nichols dalam bukunya The Death of Expertise (Iya, bagus memang bukunya)

Teori Konspirasi juga menjadi sebuah cara seseorang untuk menggambarkan konteks atau arti pada kejadian yang menakutkan bagi mereka. Tanpa penjelasan yang jelas tentang kenapa sesuatu hal buruk terjadi pada orang yang tidak bersalah, mereka harus menerima kejadian itu tidak lebih dari kekejaman yang acak entah itu dari alam semesta yang tidak peduli atau dewa yang tidak bisa dipahami.

Kutipan Aslinya

Conspiracy theories are also a way for people to give context and meaning to events that frighten them. Without a coherent explanation for why terrible things happen to innocent people, they would have to accept such occurrences as nothing more than the random cruelty either of an uncaring universe or an incomprehensible deity.

Dibanding menerima realita yang terjadi, mereka membuat dunia imajinasi untuk memproses kecemasan eksistensi dan budaya mereka. 911 terjadi untuk menjustifikasi perang di timur tengah. COVID-19 dibuat oleh global elite.

global-elite-konspirasi

Ini cukup aneh, kepercayaan bahwa ada sekelompok orang-orang kuat yang menyebabkan kejadian-kejadian luar biasa (pandemi, pembunuhan, serangan teroris, dll.) lebih membuat nyaman karena menunjukan bahwa ada aktor dibalik semua hal luar biasa ini.

Jadi, ketika seseorang mem-posting teori konspirasi di media sosial, sebenarnya ini adalah catatan untuk mereka sendiri.

Anda sedang melihat kecemasan dan rasa insecure seseorang secara langsung.

Dan ini sebenarnya cukup ironis mengingat implikasi teori konspirasi jauh lebih menakutkan dibandingkan asal kejadian dimana teori konspirasi ini terbentuk.

Kalau anda ingin mempelajari lebih jauh tentang COVID-19 (Dari sumber terpercaya tentunya), kejadian seperti COVID-19, MERS, SARS, adalah pandemi global yang sudah berulang kali dibicarakan oleh ahli epidemiologis dan Bill Gates bertahun-tahun yang lalu karena merupakan kejadian yang tak terhindarkan. Dan konyolnya, para pembuat teori konspirasi juga sepertinya sudah mempersiapkan juga jauh-jauh hari memperingatkan dan membuat rencana untuk membuktikan konspirasi itu ada.

Gila kan?

Teori Konspirasi Membuat Realita yang Ada Lebih Menarik

realita-konspirasi-lebih-menarik

Semua orang suka dan menikmati cerita teori konspirasi. Narasi people power, melawan New World Order sangatlah menarik. Padahal seringkali konspirasi yang sudah terbukti sangatlah tidak menarik.

Contohnya, Edward Snowden membongkar skandal tentang CIA memata-matai melalui Internet.

Apakah diketahui banyak orang? Tidak. Mungkin karena kurang menarik.

Kita lihat pemerintah Amerika Serikat, mereka termasuk pemerintah yang cukup bagus mereka bukan contoh pemerintah yang sangat efisien dan bekerja dengan sangat bagus.

Tapi

Asumsi ada ratusan atau bahkan ribuan orang bekerja bersama-sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan selama berpuluh-puluh tahun dan bisa menjaga kerahasiannya.

I called BS

Kembali dalam interview antara Vox dengan psikolog Jan-Willem van Prooijen mengatakan.

Ketika seseorang sudah percaya pada satu teori konspirasi, itu akan membuka pintu-pintu yang lain. Karena begitu seseorang mulai berfikir, “Hei, mungkin masih ada banyak kejadian-kejadian yang ditutupi yang tidak kita ketahui. Apalagi yang lainnya?”

Bahaya Teori Konspirasi

bahaya-teori-konspirasi

Apakah The Simpson memprediksi virus COVID-19? atau Novel tentang Virus Corona yang ditulis Dean Koonts, atau Film Kartun Tangled dari Disney?

Dalam hal COVID-19 ini, teori konspirasi sangatlah berbahaya.

Ditakutkan, banyak orang yang justru tidak takut dengan dalih tidak ingin tunduk pada Elit Global, tumbuhnya orang-orang anti vaksin yang padahal berhasil menghilangkan berbagai penyakit berbahaya di Dunia. Bahkan muncul video konspirasi dengan judul ‘Plandemic’ yang membahayakan.

Apa yang mereka lakukan adalah ibarat meludah didepan pekerja kesehatan yang mempertaruhkan nyawa mereka dan keluarga mereka di garis depan.

Bagaimana Mengatasinya?

  • Jawaban yang benar biasanya jawaban yang paling sederhana, jangan jatuh pada penjelasan yang rumit dan tidak rasional terhadap kejadian yang ada.
  • Paling tidak, sebelum membagikan sesuatu tanyakan pada diri anda. Apakah yang anda share ini mengabaikan penderitaan orang lain? Kalau jawabannya iya. JANGAN DIBAGIKAN!
  • Baca sumber berita yang kredibel dan membosankan. Biasanya teori konspirasi ada di website yang terlihat sangat menarik dan video youtube yang diedit sedemikian rupa sehingga terlihat bagus.
  • Kalau anda melihat gambar atau video yang sama terus menerus muncul di media sosial anda. Tunggu, dan cross-check kebenaran berita yang ada.

Semoga kita semua survive di tengah pandemi COVID-19. Jaga kesehatan anda dan keluarga, jangan keluar bila tidak perlu. Dengan berpartisipasi dalam gerakan #stayhome akan mempercepat selesainya pandemi COVID-19 ini.

Artikel Lainnya
Apple Music atau Spotify
Apple Music atau Spotify di tahun 2019